... Menulis tentang apa yang saya saksikan dengan MATA, HATI, dan PIKIRAN ke-MELANESIA-an saya di West Papua sebelum menerima salah satu bagian dari hidup yang mutlak, yakni KEMATIAN...

Jumat, Desember 18, 2009

Polri Belum Pastikan Jenazah Kelly Kwalik, Dinilai Pengalihan Isu Bank Century dan Hadiah Natal untuk Rakyat Papua

Anak 10 Tahun dan Seorang Ibu Hamil Ikut Ditangkap

Kepolisian Negara Republik Indonesia hingga saat ini belum bisa pastikan bahwa yang tembak adalah benar-benar Panglima Makodan III Timika Tentara Pembebasan Nasional/Organisasai Papua Merdeka (TPN/OPM) Papua Barat, Kelly Kwalik.

Sementara, berbagai pihak di Papua Barat masih meragukan berita tewasnya Kelly Kwalik, Rabu (16/12) dini hari di sebuah rumah di RT 2/RW 1, Jalan Freeport Lama Kampung Gorong Gorong, Kelurahan Koprapoka, Distrik Mimika Baru, Timika, Papua Barat.

"Kami tidak percaya bahwa Kelly ditembak tim gabungan Densus 88 Mabes Polri dan Brimobda Papua. Dia tidak mudah dibunuh. Kami pikir ini adalah
upaya negara Indonesia untuk mengalihkan isu Bank Century atau isu lain. Juga, kami duga ada upaya-upaya lain yang memang sedang dilakukan oleh negara," Nus Murib di Timika.

Di sela-sela aksi ratusan massa rakyat pendukung Penglima TPN/OPM Makodan III Mimika Papua Barat itu, Yusak mengatakan, Kelly itu tidak mungkin ke Kampung Gorong Gorong. Katanya, apalgi, penangkapan dilkukan bersamaan dengan Yorni Murip bocah berusia 10, Jep Urip (24), Noni Sanawarme (35) ibu hamil, Martimus Katarame (21), Yosep Kwantik (60). Dia tidak mungkin ke rumah warga. Jadi, ini skenario negara untuk hal tertentu. "Kami dengar juga hingga saat ini Polisi Indonesia belum bisa pastikan," katanya.

Beberapa aktivis di Papua menilai, Detazemen Khusus 88 Mabes Polisi Republik Indonesia dibiayai oleh Amerika dan negara-negara Eropa untuk membasmi
teroris di tanah Jawa Indonesia.

"Loh, malah mereka menyerang warga di Timika tanpa mereka pastikan bahwa ia adalah Kelly Kwalik.Rakyat Papua Barat tidak pernah meneror orang lain. Rakyat Papua hanya menuntut hak politik mereka. Mereka menuntut pengakuan akan kemerdekaan mereka secara de facto pada 1 Desember 1961. Aneh, penangkapan dilakukan dengan seorang ibu hamil dan anak usia 10 tahun. Ia mengatakan, dunia harus buka mata melihat soal ini dengan baik, " katanya.

Sementara, di Sentani Jayapura Ratusan massa melakukan Duka Nasional Papua Barat di Makam Pemimpin Papua Barat Almarhum, Theys Hiyo Eluay. "Pemimpin-pemipin
terus dibunuh. Perjuangan Papua Merdeka tidak pernah berakhir. Kami orang sisa-sisa akan lanjutkan perjuangan ini sampai titik darah penghabisan," demikian kata beberapa aktivis di Jayapura.

"Kami minta kepada dunia untuk melihat persoalan ini secara jernih. Kami (orang Papua:red) tidak pernah menjadi terroris. Kami membela hak kami di atas tanah adat kami.

Kami bukan terroris. Saya juga minta kepada pers Indonesia dan dunia bahwa pemilihan kata dalam menulis berita harus hati-hati. Kelly Kwalik itu bukan teroris, dia seorang pejuang hak-hak dasar rakyat Papua Barat dari Sorong sampai Samarai. Dia adalah pejuang kemerdekaan Papua Barat," Yul di Jayapura.


Dari Makodam IV PTN/OPM Paniai, Thadeus Kimema Magai Yogi mengatakan, dirinya kaget mendengarnya."Saya kaget mendegar informasi ini. Panglima tidak mungkin ke kampung Gorong-gorong. Ia masih ada di hutan belantara. Ini cara negara untuk membunuh fisik dan mental orang Papua. Ini cara negara Indonesia yang tak berperikemanusiaan untuk memberikan hadiah natal bagi rakyat Papua Barat," kata Yogi.


Tidak ada komentar:

----------------------------------------------------------------------------------------
Perjuangan pembebasan nasional Papua Barat bukan perjuangan melawan orang luar Papua (Jawa, Batak, Toraja, Makassar, Ambon dan lainnya) tetapi perjuangan melawan ketidakadilan dan pengakuan akan KEMANUSIAANNYA MANUSIA PAPUA BARAT DI ATAS TANAH LELUHURNYA.Jadi, Merdeka bagi orang Papua adalah HARFA DIRI BANGSA PAPUA BARAT!