... Menulis tentang apa yang saya saksikan dengan MATA, HATI, dan PIKIRAN ke-MELANESIA-an saya di West Papua sebelum menerima salah satu bagian dari hidup yang mutlak, yakni KEMATIAN...

Rabu, Desember 09, 2009

Berbagai Elemen Mengecam Pernyataan Mendagri RI

Rakyat Papua Barat di berbagai wilayah mengecam pernyataan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang disampaikan melalui Dirjen Kesbangpol RI, Drs A Tanribali Lamo SH bahwa “Tuntutan Papua Merdeka atau terlepas dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia hanyalah alasan klasik yang sengaja dibesar-besarkan, sebab masalah utama di Papua adalah kesejahteraan.

Pernyataan Mendagri itu disampaikan Dirjen Kesbangpol RI, Drs A Tanribali Lamo SH seusai memberikan materi pada Dialog Nasional Pemuda Papua di GOR Cenderawasih Jayapura, Kamis (3/12) lalu.

“Rakyat Papua berjuang bukan soal makan dan minum seperti yang dituding Mendagri karena kebakaran jengkot. Kami membangun nasionalisme Papua Barat bertahun-tahun. Mungkin dia (Mengadgri) tidak tahu bahwa tahun kami merayakan ulang tahun Papua Barat uang ke-48. Bagi kami rakyat Papua, 48 tahun adalah waktu cukup lama untuk membangun nasionalisme Papua Barat di tengah badai penjajahan yang mahadasyat,” kata salah satu aktivis yang tidak mau namanya disebutkan di Jayapura.

Ketika dimintai pendapat, salah satu pejabat di pemerintah Provinsi Papua mengatakan, pernyataan itu tidak berdasar. Menurutnya, merdeka dan minta kesejahteraan itu dua hal yang berbeda. Dia mengatakan, yang satu soal idealism dan yang lain soal makan dan minum.

“Rakyat Papua Barat itu sudah merdeka pada tanggal 1 Desember 1961 secara de facto. Rakyat Papua hanya minta pengakuan de jure internasional. Dia mesti tahu bahwa, soal idealism merdeka itu sudah menjadi darah daging rakyat Papua Barat. Mungkin akan berakhir kalau mereka bunuh habis semua,” kata pejabat itu.

Beberapa mahasiswa Papua di Jakarta mengatakan, Dialog Nasional Pemuda Papua di GOR Cenderawasih Jayapura itu adalah skenario Negara untuk menghalangi upaya-upaya dialog Papua-Jakarta yang didorong. “Dia (Mendagri) kebakaran jengkot dengan desakan-desakan dari luar maka dia bilang Papua mau merdeka karena makan. Bicara makan, Indonesia justru cari makan di Papua. Kami tidak minta makan, kami minta status politik kami yang dicablok Indonesia,” katanya tegas.

Beberapa aktivis perempuan usai Dialog Nasional Pemuda Papua di GOR Cenderawasih Jayapura mengatakan, dialog pemuda Papua adalah upaya Negara untuk membentuk milisi di Papua. Katanya, diberbagai daerah di Papua telah dibentuk milisi dengan nama organisasi yang berbeda. “Negara sedang kondisikan seperti Timor Leste. Nanti Papua makan-Papua. Mereka akan ciptakan konflik horizontal antara orang Papua dengan orang Papua dan juga dengan pendatang. Lalu, mereka akan bilang ini konflik kesejahteraan. Ini strategi Negara. Kita harus buka mata dan lihat ini,” kata perempuan itu.

Beberapa aktivis Papua di di Makassar mengatakan, orang Papua mau merdeka karena ada dasar. Menurutnya, dasar-dasar orang Papua ingin memiliki negara sendiri yang merdeka dan berdaulat di luar penjajahan manapun, yaitu hak, budaya, latarbelakang sejarah, dan realitas sekarang. Jadi, Mendagri harus belajar dulu ka,” katanya.

Tidak ada komentar:

----------------------------------------------------------------------------------------
Perjuangan pembebasan nasional Papua Barat bukan perjuangan melawan orang luar Papua (Jawa, Batak, Toraja, Makassar, Ambon dan lainnya) tetapi perjuangan melawan ketidakadilan dan pengakuan akan KEMANUSIAANNYA MANUSIA PAPUA BARAT DI ATAS TANAH LELUHURNYA.Jadi, Merdeka bagi orang Papua adalah HARFA DIRI BANGSA PAPUA BARAT!